Prodi S3 HKI Menyelenggarakan Kegiatan PKM di Kementerian Agama Kabupaten Sigi

IMG_5307
IMG_5319
IMG_5304
IMG_5300
IMG_5341
IMG_5335
IMG_5328
IMG_5325
previous arrow
next arrow

Kemenag Kab. Sigi, Sigi – Program Studi S3 Hukum Keluarga Islam / Ahwal Syakhshiyyah (HKI/AS) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama telah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Sigi, pada hari Selasa 21 Mei 2024.

Didesain dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan peserta terdiri dari unsur masyarakat, dosen, dan mahasiswa, menghadirkan dua narasumber masing-masing Prof.Dr. H. Maszuki, M.H dan Dr. H. Hilal Mallarangan, M.H.

Kegiatan mengangkat tema “Mengurai Permasalahan Rumah Tangga Menuai Keharmonisan Kehidupan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah Berbasis Hukum Keluarga Islami” ini dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi. Kepala Program Studi HKI/AS Dr. H. Gasim Yamani, M.Ag mengatakan, kegiatan tersebut adalah bagian dari tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian pada Masyarakat yang harus ditunaikan sebagai masyarakat akademik.

Dimana kegiatan ini sengaja didesain dalam bentuk FGD agar ada hasil yang bisa dibawa pulang oleh peserta, mengingat saat ini permasalahan rumah tangga di masyarakat sudah semakin kompleks dan beragam sehingga membutuhkan penanganan yang juga semakin paripurna. 

Melalui FGD ini diharapkan permasalahan rumah tangga yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat dapat diantisipasi melalui konsep keluarga Islami yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

“Tingkat perceraian di masyarakat saat ini semakin banyak, akibatnya anak-anaknya menjadi anak yang broken home, pelariannya ke narkoba dan lain-lainnya. Sehingga perlu ada pihak termasuk perguruan tinggi mengambil bagian melakukan upaya penanganan pencegahan, UIN Datokarama mengambil posisi  itu, sehingga pengabdian kita pada masyarakat bisa betul-betul dirasakan manfaatnya,”sebutnya.

Usai kegiatan ini sebutnya, diharapkan bisa menjawab permasalah yang kerap terjadi di lingkungan rumah tangga masyarakat, sehingga dapat meminimalisir tingkat angka perceraian, dan melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah sebagaimana cita-cita pernikahan dalam Islam.